Pimpin rapat Gerakan Satu Hati Jilid II, Zulaikha Wardan targetkan Inhil tidak ada lagi balita dengan gizi buruk

Senin, 28 Juni 2021 - 19:32:16 WIB Cetak

Sumber prokopim Inhil

INHIL(Citizen62.com)-Ketua TP-PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj Zulaikhah Wardan SSos ME memimpin Rapat Lanjutan Gerakan Satu Hati Jilid II, di Ruang Rapat Kediaman Dinas Bupati Jalan Kesehatan Nomor 1 Tembilahan, Senin (28/6/2021).

Pada tahun ini, Gerakan Satu Hati direncanakan akan digelar sejalan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2021".

"Penanganan stunting merupakan salah satu gerakan dari pemerintah pusat dan provinsi. Kemarin kita sudah melakukan pencanangan percepatan penurunan stunting. Jadi Gerakan Satu Hati Jilid II ini merupakan tindak lanjut dari pencanangan percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan oleh TP-PKK Provinsi Riau melalui zoom meeting kemarin," ujar Zulaikhah mengawali arahannya.

Menurut data dari Dinas Kesehatan, di Kabupaten Inhil jumlah balita adalah 68.316 anak dengan rincian; sebanyak 588 anak balita kurng gizi yang tersebar di seluruh kecamatan, dan 19 anak balita gizi buruk yang terdapat di beberapa kecamatan.

"Berdasarkan keadaan ini, PKK bersama OPD terkait, dalam hal ini DPMD, DP2KBP3A, dan Dinas Kesehatan melakukan penuntasan gizi buruk ini yang kemungkinan akan menjadi stunting. Maka kita anggap Gerakan Satu Hati ini yang kita anggap efektif. Karena Gerakan Satu Hati Jilid I di bulan Februari 2020 lalu bisa kita lihat hasilnya cukup baik," papar Ibunda Kabupaten Inhil ini.

Rencana penanganan gizi buruk ini ialah dengan pemberian nutricia nutrinidrink kepada 19 balita gizi buruk selama 3 bulan.

Diharapkan dengan gerakan ini akan dapat menaikkan berat dan tinggi badan balita gizi buruk supaya tidak sampai menjadi stunting, yang tujuan akhirnya agar di Kabupaten Inhil tidak ada lagi balita dengan gizi buruk sehingga bebas stunting.

"Menurut saya ini adalah momen yang paling tepat karena memang mendesak dan prioritas, jadi harus segera ditangani. Sebenarnya kita sudah menganggarkan untuk kegiatan ini, tapi gara-gara Covid penganggaran kena rasionalisasi, padahal ini penting. Jadi sekarang kita harus menghitung berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk penanganan balita gizi buruk ini," ujar Zulaikhah menjelaskan dengan tegas.

Disebutkannya, penanganan gizi buruk dan stunting merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, maka TP-PKK sebagai organisasi mitra pemerintah melalui 10 program pokoknya turut ambil peran dalam penanganan gizi buruk dan stunting ini.

Oleh sebab itu, Zulaikhah mengajak seluruh pihak terkait dengan sungguh-sungguh agar momen Harganas tahun ini dapat menuntaskan penanganan gizi buruk bagi balita di Kabupaten Inhil, Negeri Hamparan Kelapa Dunia.

"Kami mengajak, memohon dukungan penuh dan kerjasama dari unsur ASN dan Perbankan di Kabupaten Indragiri Hili, secara bersama-sama menuntaskan guzi buruk di Indragiri Hilir melalui Gerakan Datu Hati Jilid II, yaitu dengan kegiatan pemberian nutrini dan infatrini kepada balita gizi buruk selama 90 hari (3 bulan), karena sudah terbukti bahwa balita gizi buruk yang diberikan nutrisi tersebut dapat naik BB dan TB, maka dengan gerakan satu hati ini diharapkn 19 balita gizi buruk dapat naik BB dan TB menjadi normal, sehingga Desember 2021 di Indragiri Hilir nihil balita gizi buruk, yang artinya tidak ada balita stunting di Indragiri Hilir, insyaAllah," pungkasnya. (Rae)



Tulis Komentar +
Berita Terkait+